Blog
Simulator Tsunami Terbesar Eropa dari HR Wallingford
Sejak tahun 2004, dunia telah menyaksikan sedikitnya lima peristiwa tsunami besar yang menewaskan lebih dari 300.000 jiwa di berbagai belahan dunia. Meski teknologi pemantauan terus berkembang, pengetahuan tentang bagaimana gelombang besar terbentuk dan berdampak terhadap infrastruktur pantai masih terbatas. Untuk menjawab tantangan tersebut, HR Wallingford, lembaga riset terkemuka di bidang studi perairan asal Inggris, mengembangkan simulator tsunami terbesar di Eropa — sebuah terobosan penting dalam penelitian dan mitigasi bencana laut.
Simulator tsunami milik HR Wallingford dirancang dengan presisi tinggi untuk meniru pergerakan gelombang besar secara realistis. Alat ini mampu menghasilkan gelombang air dengan skala dan intensitas yang dapat disesuaikan untuk berbagai kondisi pantai dan perkotaan. Sistem hidrolik canggih memungkinkan para peneliti mengamati dampak fisik dari hantaman gelombang terhadap bangunan, dinding laut, serta sistem pertahanan pesisir.
Desain dan Kapasitas Simulator Tsunami
Dengan panjang saluran lebih dari 75 meter dan kapasitas air yang besar, simulator ini menjadi fasilitas pengujian gelombang ekstrem paling canggih di Eropa. Pada skala 1:50, hal ini akan menghasilkan tsunami yang dimulai dari tingkat paling atas dan melalui (juga memungkinkan) untuk pertama kalinya, simulasi dengan dampak tsunami di daerah perkotaan, melalui pemodelan secara rinci akan dampak tsunami terhadap pertahanan pantai, serta bagaimana air disalurkan di sekitar kelompok-kelompok bangunan (clusters of buildings). Hal ini akan memberikan pengujian gaya paling akurat yang dapat diimplementasikan pada bangunan.
Simulator tsunami juga dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah pertahanan untuk banjir juga dapat efektif menanggulangi tsunami, atau mungkin malah memperkuat daya rusaknya dengan membiarkan air banjir menumpuk di depan area pertahanan dan kemudian, ketika gagal, tiba-tiba dapat menggenangi area di belakangnya yang tentunya akan menyebabkan lebih banyak kerusakan di area tersebut (padahal sebelumnya dianggap aman).
Fitur unik dari simulator tsunami terbaru milik HR Wallingford adalah memungkinkan para peneliti untuk menghasilkan gelombang tsunami dalam durasi penuh, misalnya dengan durasi gelombang 20 menit dengan skala hampir tiga menit di laboratorium uji.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Pembangunan simulator tsunami ini bukan hanya bertujuan untuk memahami sifat alami gelombang, tetapi juga untuk mengembangkan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif. Melalui data eksperimen, para peneliti dapat memvalidasi model komputer, memperbaiki desain infrastruktur pesisir, dan membantu perencana kota dalam mengantisipasi dampak tsunami di kawasan padat penduduk.
Teknologi ini diharapkan menjadi langkah besar dalam mengurangi risiko bencana dan melindungi komunitas pesisir di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang berada di wilayah “cincin api” dan rawan tsunami.
Bagaimana cara kerja Simulator Tsunami HR Wallingford?
Simulator tsunami bekerja dengan cara mengangkat badan air menggunakan pompa pneumatik dan tangki vakum. Tsunami akan tercipta dalam empat tahap:
1. Tahap Pertama
Dengan batimetri yang sudah dibentuk dan cerobong asap berisi air, tes akan dimulai pada saat air dalam keadaan diam.
2. Tahap Kedua
Pompa udara bertekanan tinggi akan menarik udara keluar dari dalam tangki, mengurangi tekanan dan menarik air dari saluran teratas ke dalam simulator tsunami.
Ini mensimulasikan mundurnya tsunami yang dikendalikan oleh palung (jurang yang berada di dasar laut), ketika air yang pada awalnya berada di pantai, kemudian akan mengalir ke lautan.
3. Tahap Ketiga
Setelah air yang telah mundur mencapai tingkatan yang diinginkan, sistem kontrol akan menyesuaikan katup saluran masuk udara, sehingga air di dalam tangki dapat turun. Ini akan menghasilkan puncak dari tsunami yang melaju ke arah pantai.
“Pembentuk aliran” (flow shaper) pada outlet tangki membantu air keluar dengan lancar, memungkinkan sistem kontrol untuk membentuk gelombang agar dapat sesuai dengan profil dari prototipe.
4. Tahap Keempat
Gelombang akan merambat di sepanjang saluran menuju bagian pengujian. Ini bisa berupa pengukuran run-up, bangunan tunggal, pertahanan pantai atau beberapa bangunan yang disusun

Kolaborasi Riset dan Inovasi Global
HR Wallingford bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian internasional untuk mengintegrasikan hasil simulasi ini dengan model hidrodinamika global. Melalui kolaborasi lintas disiplin, hasil studi dari simulator tsunami akan menjadi dasar bagi inovasi desain sistem peringatan dini dan konstruksi pertahanan pantai yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan kenaikan muka air laut.
Relevansi bagi Indonesia dan Negara Rawan Tsunami
Bagi Indonesia, yang memiliki lebih dari 80.000 kilometer garis pantai, penelitian seperti ini memiliki arti penting. Data yang dihasilkan dari simulator tsunami dapat membantu ilmuwan Indonesia memahami perilaku gelombang besar dan memperkuat sistem mitigasi lokal. Kolaborasi dengan HR Wallingford berpotensi meningkatkan kemampuan akademisi dan praktisi teknik pantai dalam membangun infrastruktur pesisir yang tangguh dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Simulator tsunami terbesar di Eropa yang dikembangkan oleh HR Wallingford menjadi tonggak penting dalam riset kelautan dan mitigasi bencana. Dengan kemampuan meniru dinamika gelombang secara realistis, alat ini tidak hanya meningkatkan pemahaman ilmiah terhadap tsunami, tetapi juga mendukung upaya global dalam membangun masa depan yang lebih aman bagi masyarakat pesisir