Articles, Automotive, Mechanical Engineering

Sistem Powertrain Kendaraan: Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Cara Kerjanya!

sistem powertrain kendaraan

Dalam dunia otomotif dan teknik mesin, powertrain merupakan sistem utama yang menentukan apakah sebuah kendaraan dapat bergerak atau tidak. Powertrain berfungsi mengubah energi yang dihasilkan mesin menjadi gerak pada roda kendaraan. Pemahaman tentang sistem powertrain sangat penting bagi mahasiswa teknik, praktisi otomotif, maupun siapa saja yang ingin memahami cara kerja kendaraan secara menyeluruh.

Artikel kali ini akan membahas pengertian powertrain, fungsi utamanya, komponen-komponen penyusunnya, serta cara kerja sistem powertrain pada kendaraan bermotor.

Apa Itu Powertrain?

Powertrain adalah rangkaian komponen mekanik yang berfungsi untuk menghasilkan, menyalurkan, dan mengatur tenaga dari mesin hingga akhirnya menggerakkan roda kendaraan. Sistem ini mencakup seluruh komponen yang terlibat langsung dalam proses transfer daya, mulai dari mesin hingga roda penggerak.

Tanpa powertrain, energi yang dihasilkan mesin tidak dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kendaraan.

Fungsi Sistem Powertrain

Secara umum, sistem powertrain memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:

  • Menghasilkan tenaga melalui mesin
  • Mengubah gerakan bolak-balik piston menjadi gerak putar
  • Mengatur besar torsi dan kecepatan kendaraan
  • Menyalurkan tenaga ke roda penggerak
  • Menjamin kendaraan dapat bergerak secara efisien dan stabil

Komponen Utama Powertrain

1. Engine (Mesin)

Mesin merupakan sumber tenaga utama dalam sistem powertrain. Pada kendaraan bermotor, mesin menghasilkan tenaga melalui proses pembakaran bahan bakar di dalam silinder. Gerakan naik-turun piston kemudian diubah menjadi gerak putar oleh crankshaft.

Mesin menentukan besarnya tenaga dan karakteristik performa kendaraan.

2. Transmission (Transmisi)

Transmisi berfungsi untuk mengatur dan menyesuaikan tenaga yang dihasilkan mesin sebelum disalurkan ke roda. Dengan transmisi, kendaraan dapat bergerak pada berbagai kondisi, mulai dari kecepatan rendah hingga tinggi.

Jenis transmisi yang umum digunakan antara lain:

  • Transmisi manual
  • Transmisi otomatis
  • CVT (Continuously Variable Transmission)
  • Dual Clutch Transmission (DCT)

3. Driveshaft

Driveshaft adalah poros yang menyalurkan torsi dari transmisi menuju axle atau differential. Komponen ini harus mampu bekerja pada berbagai sudut dan perubahan panjang akibat pergerakan suspensi kendaraan.

Driveshaft banyak ditemukan pada kendaraan dengan penggerak roda belakang dan penggerak semua roda.

4. Axle (Poros Roda)

Axle berfungsi sebagai penghubung antara sistem transmisi daya dan roda. Selain menyalurkan tenaga, axle juga menopang sebagian beban kendaraan.

Pada kendaraan modern, axle dirancang agar kuat, ringan, dan tahan terhadap beban torsi tinggi.

5. Differential

Differential memungkinkan roda kiri dan kanan berputar dengan kecepatan yang berbeda saat kendaraan berbelok. Tanpa differential, roda akan mengalami selip dan keausan yang berlebihan.

Differential merupakan komponen penting terutama pada kendaraan dengan penggerak roda belakang dan penggerak roda depan.

Cara Kerja Sistem Powertrain

Cara kerja sistem powertrain dimulai saat mesin menghasilkan tenaga dari proses pembakaran. Tenaga tersebut kemudian diteruskan ke transmisi untuk disesuaikan dengan kebutuhan kecepatan dan torsi.

Selanjutnya, tenaga disalurkan melalui driveshaft menuju differential dan axle, lalu diteruskan ke roda penggerak. Rangkaian proses ini memungkinkan kendaraan bergerak maju, mundur, dan berbelok dengan stabil.

Jenis Sistem Penggerak Kendaraan

Berdasarkan roda penggeraknya, sistem powertrain dapat dibedakan menjadi:

  • Front Wheel Drive (FWD): tenaga disalurkan ke roda depan
  • Rear Wheel Drive (RWD): tenaga disalurkan ke roda belakang
  • All Wheel Drive (AWD) dan Four Wheel Drive (4WD): tenaga disalurkan ke semua roda

Setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada kebutuhan kendaraan.

Pentingnya Sistem Powertrain

Sistem powertrain sangat menentukan:

  • Performa kendaraan
  • Efisiensi bahan bakar
  • Kenyamanan berkendara
  • Daya tahan komponen

Oleh karena itu, desain dan perawatan powertrain harus dilakukan dengan tepat agar kendaraan dapat beroperasi secara optimal.

Kesimpulan Sistem Powertrain

Powertrain adalah sistem vital dalam kendaraan yang berfungsi mengubah energi mesin menjadi gerakan pada roda. Dengan komponen utama seperti mesin, transmisi, driveshaft, axle, dan differential, powertrain memungkinkan kendaraan bergerak dengan efisien dan stabil. Memahami sistem powertrain merupakan dasar penting dalam dunia otomotif dan teknik mesin, baik untuk keperluan pendidikan, perancangan, maupun perawatan kendaraan.

Peralatan Pendidikan untuk Sistem Powertrain

Labora Teknika Saintifika dapat menyediakan peralatan pendidikan untuk mempelajari Powertrain bagi kampus Anda.

BYTRONIC – CRDI Diesel Engine Power Train System

Trainer ini dirancang untuk mengajarkan mahasiswa atau peserta pelatihan cara menyetel dan mengganti kampas serta pad rem, mengganti filter oli, serta berbagai jenis sabuk (belt). Selain itu, peserta juga mempelajari pengaturan ketegangan sabuk, peredam kejut (shock absorber), dan pegas (spring).

Melalui trainer ini, peserta dapat berlatih dan mempelajari cara mengganti ban, serta melepas atau memeriksa pompa bahan bakar.

Temukan artikel Engineering yang menarik hanya di www.BLOG.labts.co.id